ID EN
event_note 28-Jan-2021 15:03 | account_circle Ranny M | folder_open Lain-lain | remove_red_eye 41

SIARAN PERS


Ditjen Industri Agro Menjajaki Kemungkinan Kerja Sama untuk mendorong Circular Economy di Sektor Industri Agro


Jakarta, 26 Januari 2020

Pemerintah Indonesia mendorong pembangunan berkelanjutan melalui ekonomi sirkular (circular economy), di mana nilai produk, bahan baku dan sumber daya dipertahankan semaksimal mungkin. Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Emil Satria menyampaikan bahwa industri agro sebagai salah satu industri yang banyak menggunakan bahan baku dan sumber daya yang berasal dari alam, merupakan salah satu sektor industri yang dapat memberikan dampak signifikan dalam penerapan pembangunan ekonomi berkelanjutan.

“Permasalahan limbah industri merupakan salah satu hal yang menjadi perhatian seluruh pelaku dan pemangku kebijakan industri di Indonesia, tak terkecuali sektor industri agro. Penerapan ekonomi sirkular dapat menjadi solusi permasalahan limbah, sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” tutur Emil di Jakarta (26/1).

            Terkait hal tersebut, Ditjen Industri Agro menjajaki peluang kerja sama dalam hal penerapan ekonomi sirkular pada sektor industri agro di Indonesia. Salah satu yang dijajaki peluang kerja samanya adalah PANELTECH.US.

            “Perusahaan kami adalah perusahaan yang bertujuan untuk membantu mengurangi dampak perubahan iklim melalui pengelolaan limbah berkelanjutan dan pengurangan karbon. Tujuan ini dapat dicapai melalui penggunaan teknologi mengolah limbah menjadi barang bernilai tambah,” terang Leiven Tsai, CEO PANELTECH.US.

Pada kesempatan yang sama, Emmy Suryandari, Pejabat Fungsional Analis Kebijakan pada Pusat Industri Hijau Kemenperin menyampaikan bahwa pengembangan ekonomi sirkular sudah masuk di dalam RPJMN. “Potensi Indonesia untuk menerapkan konsep ekonomi sirkular cukup besar, namun terdapat gap yang cukup besar antara supply dan demand. Ini yang perlu diperhatikan setiap stakeholder terkait untuk memperkecil gap antara supply dan demand,” terang Emmy.           

Pertemuan antara Ditjen Industri Agro dengan PANELTECH.US dilakukan melalui video telekonferensi hari Selasa (26/1). “Kami terbuka atas peluang kerja sama dengan pihak manapun juga untuk memajukan industri agro dalam negeri, khususnya dalam upaya mendorong ekonomi dan pembangunan yang berkelanjutan,” pungkas Emil pada kesempatan tersebut.